PERUBAHAN IKLIM 

Peluang dan tantangan penyesuaian pada bisnis

img

Setelah hampir 200 tahun berjalan, sistem kapitalis mengalami evolusi, saat ini sistem kapitalis secara sosial dan lingkungan jauh lebih jinak, jinak secara lingkungan yang dimaksud terlihat dari pengelolaan dampak lingkungan jangka pendek telah mulai terkelola dengan baik. Tetapi terhadap pemakaian energi dan eksploitasi sumberdaya alam ternyata makin ganas, konsumsi yang tumbuh dari gaya hidup yang makin baik telah menciptakan resiko jangka panjang yang menunggu manusia pada sisi ujung garis waktu yang lain.

Penggunaan enegi kotor dari fosil telah menciptakan akumulasi emisi gas rumah kaca yang mendorong bumi makin hangat, hal ini akan memunculkan konsekwensi perubahan iklim yang sangat berpengaruh pada kehidpan manusia. Perubahan iklim itu nyata, bukan hanya terjadi saat ini. Perubahan ekstrem suhu bumi pernah terjadi pada zaman es terakhir yang dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu dan berakhir kira-kira 10.000 tahun lalu atau pada awal kala Holocene (akhir Pleistocene). Proses pelelehan es pada zaman ini berlangsung relatif lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Pada masa itu, berdasarkan pemodelan peneliti menemukan suhu global rata-rata pada tahun sekitar 19.000 hingga 23.000 yang lalu lebih kurang  6 derajat Celcius, suhu global saat ini 14 derajat celcius  atau 8 derajat celcius lebih hangat. Bedanya kira kira seperti perbedaan suhu Bandung dengan suhu kota Jakarta. Beda suhunya tidak besar tetapi melelehkan milyaran kubik es di daerah kutub dan menenggelamkan selat Karimata sekitar 50 meter dan laut Jawa sekitar 40 meter. Kejadian ini memisahkan kepulauan Nusantara Barat dari daratan Asia Tenggara dan pulau Papua juga bercerai dengan benua Australia. Apa dampaknya pada manusia saat itu? Hampir tidak ada, kepadatan manusia masih sangat rendah, setelah peristiwa pelelehan es tersebut mulai terjadi gelombang migrasi manusia ke Nusantara. Walaupun sudah ada manusia di Nusantara di zaman itu tapi tidak ada pemukiman dan pelabuhan yang tenggelam, tidak ada infrastruktur dan pertanian yang rusak ataupun pabrik yang perlu melakukan relokasi.

Untuk kondisi es di kutub sekarang setiap kenaikan suhu global sebesar 1 derajat celcius, menurut perkiraan terbaru permukaan air laut secara global akan naik sekitar 2,3 meter. Sementara menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), ada peluang naiknya suhu global lebih dari 1,5 derajat celcius selama lima tahun ke depan. Apa dampaknya bagi umat manusia? Eropa akan mengalami lebih banyak badai, beberapa bagian dunia akan merasakan peningkatan suhu panas lebih dari yang lain, kita tidak tahu apakah masih ada wisata main ski di pegunungan Alpen. Cuaca menjadi tidak menentu dan sangat sulit memprediksi cuaca yang akan terjadi dalam kurun waktu tertentu, sehingga mempengaruhi sektor transportasi, jangan terlalu berharap jadwal perjalan bisnis anda akan tepat waktu dan aman. Bukan hanya itu perubahan musim jadi kacau, terutama untuk daerah tropis, pertanian sangat bergantung pada cuaca, suhu dan musim, secara keseluruhan akan menjadi ancaman pada ketersediaan pangan dunia.

Dampak lainnya dari kenaikan permukaan laut adalah terjadi perubahan perbatasan beberapa negara kepulauan, karena berubahnya garis pantai dan tenggelamnya banyak pulau pulau kecil, itu akan jadi masalah politik perbatasan negara, mungkin bisa kita lupakan sejenak karena ada masalah lain yang lebih gawat, yakni para Walikota untuk kota besar dipinggir pantai akan kehilangan jabatan karena kotanya jadi tidak ada, mungkin dia masih memikirkan akan dibuat dam raksasa dan pompa pompa raksasa untuk melindungi gedung gedung dan pemukiman yang akan tenggelam, tapi wali kotanya pusing memikirkan sumber energi untuk pompa, jadi terpaksa memindahkan banyak manusia, bikin pemukiman baru, termasuk infrastruktur dan pelabuhan baru karena pelabihan lama tidak berfungsi lagi.

Bagi daerah pedalaman, akibat suhu bumi yang naik maka hutan hutan lebih mudah terbakar, produksi pertanian turun, wilayah yang berbatasan dengan hutan perlu disiapkan agar lebih tanggap terhadap insiden kebakaran. Kelihatannya dampaknya perubahan iklim akan lebih hebat dari covid 19. Dibutuhkan effort manusia yang sangat besar untuk mencapai new normal penyesuaian kehidupan dengan kenaikan suhu bumi. Covid-19 telah menyebabkan krisis kesehatan dan ekonomi internasional yang parah, kegagalan untuk mengatasi perubahan iklim jauh akan lebih parah, karena dapat mengancam kesejahteraan manusia, ekosistem dan ekonomi selama berabad-abad. 

Apakah ini sudah disadari oleh manusia? Seperti biasa, penemuan teknologi membuka berbagai peluang kemajuan ekonomi dan sosial, tetapi selalu gagal memprediksi implikasinya pada kehidupan manusia secara luas. Perubahan iklim adalah implikasi revolusi industri, dimulai dari ditemukannya inovasi mesin uap yang menjadi energi penggerak produktifitas, inovasi ini mengalihkan tenaga manusia dan tenaga hewan kepada mesin uap, seiring berjalan waktu berujung pada ekploitasi energi fosil yang masif sehingga menciptakan tumpukan CO2 pada atmosfir bumi. Awalnya banyak yang menyangkal, Lebih 30 tahun yang lalu dampak ini telah disuarakan para pejuang lingkungan. Tetapi suaranya sayup sayup sampai pada telinga pengambil kebijakan publik, sampai akhirnya menjadi perhatian dunia pada tahun 1992.

Pada tahun 1992 PBB membentuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mendorong kesepatan internasional mengatur "campur tangan manusia pada sistem iklim global", secara populer disebut dengan KTT Bumi, yang ditandatangani oleh 154 negara di Rio de Janeiro pada tanggal 3 hingga 14 Juni 1992. Hasil dari KTT ini mengajak berbagai negara melakukan penelitian, dan pertemuan reguler menegosiasikan dan menyepakati kebijakan masa depan untuk pembangunan sosial ekonomi yang melindungi ekosistem agar mampu mendukung kehidupan secara berkelanjutan.

Butuh waktu yang panjang untuk mencapai kesepakatan, hal ini mungkin disebabkan dampak langsung oleh negara tertentu belum terasa atau masih mempertimbangkan kepentingan ekonomi nasional masing masing. Bahkan mantan Presiden Amerika Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan Paris, alasan dia “Upaya mengurangi pemanasan global terlalu mahal” alasan yang sangat kapilatis.

Saat ini isu pemanasan global dengan seluruh resiko kehidupan masa depan manusia mulai dipahami dan diterima masyarakat dunia. Bentuk penerimaan penting terjadi pada putaran KTT Bumi di tahun 2015, dimana tercapai kesepakatan dengan target yang lebih tegas, yakni menahan laju peningkatan temperatur global hingga di bawah 2o celcius dari angka sebelum masa Revolusi Industri, atau membatasi kenaikan temperatur global hingga setidaknya hanya 1.5o Celcius. Kesepakatan target tersebut lebih populer disebut Persetujuan Paris atau Paris Agreement, merupakan perjanjian dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan.

Dampak perubahan iklim terjadi karena akumulasi tumpukan emisi CO2 pada atmosfir bumi. Akumulasi emisi CO2 mulai terjadi ketika daya serap foto sintesis melebihi kapasitas hutan dan tanaman yang ada dibumi dalam mengkonversi CO2 menjadi cadangan makanan pada tumbuhan, disisi lain daya serap hutan juga makin berkurang karena terjadi defrostasi. Solusi menangkal perubahan iklim adalah dengan menggantikan energi kotor fosil yang kotor (emas hitam pada puncak industrailisasi) dengan energi bersih. Dorongan pencaharian energi alternatif juga terjadi karena energi fosil adalah sumberdaya alam yang tidak terbarukan.

Perjanjian Paris meminta setiap negara untuk menguraikan dan mengomunikasikan tindakan iklim pasca-2020 mereka untuk mengurangi emisi CO2 atau GRK, yang dikenal sebagai NDCs (Nationally Determined Contributions)

Tindakan bersama mengatasi perubahan iklim ini akan menentukan apakah dunia bisa mencapai tujuan jangka panjang dari Perjanjian Paris untuk mencapai puncak global emisi gas rumah kaca (GRK) sesegera mungkin, serta melakukan pengurangan cepat emisi GRK, sesuai dengan ilmu pengetahuan terbaik yang tersedia. Target penting Perjanjian Paris adalah keseimbangan antara emisi antropogenik berdasarkan sumber dan serapan oleh penyerap GRK pada paruh kedua abad ini. Puncak emisi akan memakan waktu lebih lama bagi negara berkembang, dan pengurangan emisi perlu dilakukan atas dasar kesetaraan, dan dalam konteks pembangunan berkelanjutan serta upaya pengentasan kemiskinan, Hal ini merupakan prioritas penting pembangunan bagi banyak negara berkembang.

Dampak nyata perubahan iklim seperti yang ungkapkan di atas mungkin masih belum terlalu dekat, walaupun tanda tanda kuat sudah mulai muncul. Meleleh es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir utara pulau Jawa, garis pantai mulai mundur melebihi kecepatan abrasi secara signifikan. Cuaca mulai tidak menentu, paling tidak pada tahun 2021 hujan turun di pertengahan Juli di kota Bandung dalam beberapa hari ini. Hal ini kejadian anomali, mestinya pada bulan Juli adalah musim kemarau dan puncak cuaca kering. Apakah kota Jakarta akan benar benar tenggelam? Hal ini belum kerasa, sebagian besar orang Jakarta masih santai aja tuh soal efek rumah kaca. Jakarta hanya akan bener benar tenggelam jika akumulasi emisi gas rumah kaca diatmosfir dibiarkan tumbuh seperti biasanya dalam beberapa dekade kedepan.

Kalau dampak nyata belum kerasa mengapa dunia harus kuatir? Sebelumnya mari kita mengenal namanya kekuatan rasa cemas. Kita mundur sedikit mengenang kembali tahun tahun setelah perang dunia kedua. Setelah perang dunia kedua berakhir muncul dua kekuatan dunia yang saling bersaing. Pertarungan komunis sosialis melawan kapitalis liberal, kedua kekuatan tersebut membelah dunia jadi dua blok dan bersaing dalam perlombaan senjata. Sesekali persaingan itu meletus dalam konflik nyata mulai dari perang Korea, Perang Vietnam, invansi Uni Soviet di Afganistan dan persaingan proxi di Timur tengah. Selama lebih dari 40 tahun dunia dibayang bayangi oleh perang dunia ketiga, kalau dalam perang dunia kedua dengan senjata konvensional tewas secara sia sia lebih dari 60 juta jiwa, maka perang dunia ketiga diperkirakan akan membawa masyarakat bumi ke zaman batu, perang nuklir akan memusnahkan peradaban. Kecemasan itulah yang mendorong kedua blok untuk melakukan perundingan pelucutan senjata, diikuti oleh kegagalan sistem sosialis Uni Soviet dalam menciptakan kemakmuran. Ujungnya adalah sampai hari ini perang dunia ketiga tidak pernah terjadi. Berkat kekuatan rasa cemas kita terhindar dari malapataka perang dunia ketiga.

Kekuatan rasa cemas akan muncul ketika pihak pihak yang punya kemampuan dan kepentingan telah mengidentifikasi potensi resiko yang akan muncul. Makin nyata kelihatan potensi resiko makin tersebar kekuatiran tersebut. Kekuatiran akan dampak perubahan iklim yang diidentifikasi oleh para ilmuan dan terpicu berfikir mereka mencari solusinya. Makin dekat dampaknya pada dunia, makin gencar kempanye penyelamatan bumi dilakukan dan makin aplikatif solusi yang ditawarkan. Hal ini tentunya bukan hal yang luar biasa, setiap masalah akan menjadi peluang dan dan resiko bagi manusia dan membuka jalan untuk berinovasi.

Kekuatiran pada resiko pemanasan global menghasilkan dua hal yakni kesepakatan global untuk penurunan emisi GRK (Perjanjian Paris). Kesepakatan tersebut pada tiap negara diturunkan dalam bentuk aksi, ini berarti terjadi perubahan regulasi soal energi dan emisi pada berbagai negara. Lembaga yang cukup sigap menanggapi keberlanjutan di Indonesia adalah OJK, lembaga tersebut konisten mendorong penerapan ESG (Environmnet, Social and Governance) yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebagai LST (Lingkungan, Sosial dan Tatakelola). Pada tahun 2017 OJK menerbitkan POJK nomor 51/PJOK.03/2017 yang mewajibkan setiap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) menerapkan ESG. POJK 51 mewajibkan LJK untuk membuat rencana keberlanjutan setaip tahun dan melaporkan implementasinya dalam Laporan Keberlanjutan.

Kementerian KLHK juga menata lebih ketat emisi yang memberikan dampak pada lingkungan dengan Permen Nomor P.20/ MENLHK/ SETJEN/ KUM.1/3/2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, Dan Kategori 0. Berikutnya, pada akhir April 2019 KLHK juga menerbitkan sebuah peraturan baru melalaui PermenLHK No. P.15/MENLHK/ SETJEN/ KUM.1/4/2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal (“PermenLHK 15/2015”), ini merupakan peraturan yang memutakhirkan baku mutu emisi untuk pembangkit listrik tenaga termal. Ruang lingkup PermenLHK 15/2019 memuat baku mutu emisi serta ketentuan teknis pengendalian emisi, pemantauan dan pelaporan untuk semua pembangkit listrik tenaga termal.

Langkah langkah awal tersebut mulai bergulir dan memberikan pengaruh, karena dorongan pemerintah maka perusahan perusahaan besar perlu menunjukkan komitmennya pada ESG sekaligus melakukan klaim dan memperomosikan langkah langkah ESG yang telah mereka lakukan, hal ini dilakukan tentunya untuk membangun reputasi perusahaan. Promosi tersebut dilakukan baik melalui komunikasi produk ataupun komunikasi perusahan yang dimuat dalam Laporan Keberlanjutan. Langkah langkah bersama tersebut berdampak pada promosi ESG secara keseluruhan dan meningkatkan awerness masyarakat dan pelaku usaha lainnya pada pentingnya upaya menangkal resiko perubahan iklim.

Pada dunia riset, penerlitian tentang energi alternatif telah lama dilakukan, berbagai gagasan telah mulai diuji pada skala laboratorium lebih 100 tahun yang lalu. 

TEROBOSAN EFEKTIF PENGEMBANGAN PENGHIDUPAN LESTARI

(Susutainable Livelihood Approach)

img

Pembangunan masyarakat (community development), harus dilihat sebagai pemberdayaan individu dan kelompok dari masyarakat yang dilakukan oleh kelompok itu sendiri, bukan menciptakan kebergantungan baru pada masyarakat...

Harmonisasi ISO 26000 SR dengan GRI 2021

GRI 2021 memberikan penekanan pada pengungkapan dampak keputusan dan aktifitas perusahaan pada Lingkungan, sosial, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Selaras dengan pengertian tanggung jawab sosial pada ISO 26000 SR

PERUBAHAN IKLIM 

Peluang dan tantangan penyesuaian pada bisnis

img

Setelah hampir 200 tahun berjalan, sistem kapitalis mengalami evolusi, saat ini sistem kapitalis secara sosial dan lingkungan jauh lebih jinak, jinak

Investasi ESG memiliki titik buta yang meragukan janji keberlanjutan industri senilai $35 triliun: Rantai pasokan 

ESG1.jpg

Teknologi disruptif

img

Parade teknologi baru dan terobosan ilmiah tidak henti-hentinya dan berlangsung di banyak bidang. Hampir semua kemajuan dianggap sebagai terobosan, dan daftar "hal-hal besar berikutnya" tumbuh semakin lama. Namun beberapa teknologi sebenarnya memiliki potensi untuk mengganggu status quo, mengubah cara orang hidup dan bekerja, mengatur ulang kumpulan nilai

ANNUAL REPORT RATING 

img

Annual Report Rating  2021 adalah pemeringkatan Annual Report yang diterbitkan pada tahun 2021 yang diselenggaran pada tahun 2022.  
Klik untuk pendaftaran... 

SUSTAINABILITY REPORT RATING 

img

Sustainability Report Rating 2021 adalah pemeringkatan Sustainability  Report yang diterbitkan pada tahun 2021 yang diselenggaran pada tahun 2022.  

Klik untuk pendaftaran...

Reringkat ESG untuk harapan investor. Bagaimana indeks ESG Tesla bisa dibawah Exxon?